TRAUMA HEALING DESA TUNGGAL JAYA SUMUR UJUNG KULON

Lembaga Donasi Indonesia bekerjasama dengan Forum Komunikasi Magister Manajemen Universitas Trisakti dalam kegiatan Trauma Healing dan Open Fundraising untuk membantu korban bencana selat sunda lokasi Pandeglang Banten.

TRAUMA HEALING

Kegiatan “Trauma Healing” di peruntukkan bagi anak – anak korban bencana selat sunda dan juga yang terkena dampak bencana selat sunda untuk lokasi kami memilih pada “HUNTARA” (Hunian Sementara) yang telah dihuni oleh para korban bencana selat sunda yaitu HUNTARA Desa Palingping Kecamatan Sumur Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.

Dalam kegiatan yang berlansung selama 2(dua) hari dilokasi tersebut cukup membuat hati mereka senang dan bahagia walupun belum maksimal karena masih ada sesuatu hal yang belum sama sekali menjadi perhatian yaitu pemulihan perekonomian para korban bencana selat sunda, di hari terakhir acara kami mengajak seluruh warga HUNTARA untuk berdialog dengan maksud melakukan assessment atau pengambilan data yang mana hal tersebut merupakan dasar bagi kami dalam hal penggalangan dana (FUNDRAISING). Kami juga melakukan site visit pada lokasi yang terkena bencana selat sunda desa tunggal jaya untuk memastikan kondisi / keadaan yang sebenar-benarnya sekaligus mengambil dokumentasi sebagai data pendukung kami karena hasil warga HUNTARA menginginkan peralatan untuk melaut sebagi nelayan yang mana ini adalah mata pencaharian utama mereka walaupun mereka juga mempunyai kegiatan sebagai petani akan tetapi belum menjamin kebutuhan sehari-hari.

Sebagai informasi untuk perjalanan menuju lokasi HUNTARA Desa Palingping Kecamatan sumur ujung kulon Pandeglang memakan waktu 7 – 8 jam dikarenakan infra struktur menuju sumur sangat memprihatinkan 80% jalan menju sumur hancur dan berlubang. schedule kegiatan kami adalah 3(tiga) hari dimana hari pertama kami melakukan pendataan awal mengenai jumlah penghuni HUNTARA dihari terakhir acara kami juga merencanakan jajan bersama dengan anak-anak akan tetapi diwaktu yang bersamaan ada NGO lain yang mempunyai kegiatan serupa maka kami putuskan untuk postponed kegiatan tersebut.